Saya Lala, 20 tahun, single, k-poper tapi tidak hardcore. Saya Cassiopeia (fans TVXQ) dan juga suka IU dan MBLAQ. Saat ini saya sedang suka dengan Wonder Girls. Saya mendengarkan sembarang lagu yang saya suka. Lagu-lagu lama Super Junior (No Other, Sorry Sorry, Marry U, Don't Don, etc.), Shinhwa - Venus, 4minute - Heart2Heart dan Volume Up, BigBang - Haru Haru, Lies dan Sunset Glow, dan seterusnya. Saya sering membaca situs-situs berita k-pop dan mengikuti fanpage-fanpage yang ada di facebook.
Tadi saya bilang saya Cassiopeia kan? Sepertinya perlu saya tegaskan bahwa saya adalah Cassiopeia baru, yang masuk kesana dari album Why (Keep Your Head Down), jadi bisa dibilang bahwa saya ini Cassiopeianya Yunho dan Changmin. Eh, mungkin ada yang menolak klaim bahwa saya Cassiopeia, karena Cassiopeia itu lima bintang :). Haha, bukan itu yang mau saya bahas. Itu urusan fandom, bukan pairing. Tapi yah, ada hubungannya juga sih. TVXQ lama, yang lima bintang tadi (padahal bintang yang terlihat oleh mata telanjang di rasi Cassiopeia cuma ada 2), memiliki satu pairing yang populer sekali, yaitu YUNJAE. Yunho - Jaejoong. Meskipun sekarang pairing itu jelas-jelas pecah sih, Yunho tetap ada di TVXQ bersama Changmin oppa saya :p, sedangkan Jaejoong sudah pergi bersama dua orang adiknya Yoochun dan Junsu membangun rumah baru bernama JYJ. Wah, maaf, lagi-lagi malah bahas TVXQ.
Kenapa pairing ini mengganggu saya? Dulu saya tidak terganggu. Karena yang dipairingkan adalah yang tidak berhubungan dengan saya (KyuMin - Kyuhyun Sungmin sih, sedikit, saya pernah jadi Sparkyu). Tapi akhir-akhir ini, di sebuah group page untuk current TVXQ, pairing untuk HoMin - Yunho Changmin mulai menggejala. Gerah, gerah. Saya muslim, dan sadar dengan sesadar-sadarnya kalau HOMO dan LESBI itu HARAM. Oke, oke, mungkin pairing itu buat lucu-lucuan saja kan, tapi kalau foto yang brotherhood banget dikatakan lovey dovey, kalau adegan berjuang (bergulat) merobek nametag di Running Man dikasih tanda kutip, itu mengganggu sekali. Sangat. Mereka kan kakak adik, brotherhood, dan Changmin itu jelas-jelas my boy :p, kenapa malah dipairingkan sih?
Pairing ini, ada banyak sekali contohnya. YunJae - Yunho Jaejoong, EunHae - Eunhyuk Donghae, JongKey - Jonghyun Key, KyuMin - Kyuhyun Sungmin. Yang cewek juga ada, tapi saya lupa. Anggota SNSD kalau nggak salah ingat. Tentu saja, artisnya sendiri saya yakin hanya merasa dekat sebagai sahabat. Tapi fansnya itu yang sibuk berfantasi dengan hubungan keduanya. Fantasinya pun sekehendak hati, bisa jadi sangat liar. Pairing paling populer adalah YunJae dan EunHae. Ada banyak halaman shipper mereka, dan tentu saja bukan mendukung mereka sebagai sekedar Friendship, tapi sudah ke Relationship. Foto-foto editan, fanfic, fact yang dicari-cari, seperti itu deh isi halamannya. Nggak penting dan nggak jelas. Wong cowok sama cowok kok dipairingkan. Foto editannya parah-parah pulak, hiiiiii. Porno lagi, hiiiiii. Fanfic-nya yadong lagi, hiiiii. Berarti kan fantasi si penggemar ini memang liar banget ya. Saya benar-benar heran, penggemar itu pasti gemar sama si artis yang dia pairingkan. Tapi kenapa dia bikin itu artis macem-macem sama artis lain yang notabene cowok? Bukankah kalau kita suka pada sesuatu, kita akan menjadi pencemburu dan posesif? Saya dulu misalnya, pas Changmin main di Paradise Ranch sama Lee Yeonhee, saya sempet nggak suka sama ceweknya itu. Tapi seiring berjalannya waktu, saya jadi masa bodoh sama yang begituan. Saya malah suka bikin pairing Changmin sama artis cewek. Saya ChangU - Changmin IU shipper dulu, dan sekarang suka sama ChangBin - Changmin Yubin. Lho, bleber lagi ini tulisan :)
Saya menangkap beberapa hal dari fenomena pairing ini.
1. Penggemar tidak suka artisnya dekat dengan lawan jenis, karena hal itu bisa mematikan khayalan mereka terhadap si artis. Contoh : Lele suka sekali pada Kyuhyun. Saat Kyuhyun ada stage bareng Seohyun, Lele banting piring. "Kyuhyun oppa milikku!". Begitulah
2. Penggemar suka melihat artisnya menjalani kehidupan normal dengan menjalin persahabatan dengan teman sejenis. Contoh : Saya suka sama Kyuline dan 93-line.
3. Penggemar tidak suka artisnya dekat dengan lawan jenis tapi ingin artisnya memiliki romance. Contoh : No to Yunho-BoA, Yes to YunJae
4. Penggemar terbawa suasana brotherhood artisnya yang kental, pengendalian diri si penggemar kurang, jadilah mereka shipper. Contoh : Hubungan HoMin di awal comeback TVXQ itu bromance, lama-lama sekarang jadi romance (huek).
5. Penggemar mengetahui tentang pairing yang sudah ada, kelihatannya asyik, lalu ikut-ikutan. Contoh : banyak. tapi saya belum ketemu langsung.
Beberapa fanpage TVXQ yang saya ikuti itu sebagian besar orang asing, mereka juga yang mencetuskan pairing HoMin itu tadi, ah sial. Oke, mereka orang asing, LGBT bukan lagi isu buat mereka. TAPI DI PAGE-PAGE INDONESIA, KENAPA ISINYA YUNJAE SHIPPER AJA?? Muak saya sama Yunppa, Jaemma terms yang bertebaran. Isssh, Indonesia itu mayoritas muslim kan? Indonesia itu memiliki norma ketimuran kan? Homo itu aneh kan? LALU KENAPA? KENAPA BANYAK SEKALI YANG JADI SAME-GENDER PAIRING SHIPPER? Bahkan satu halaman facebook tentang YunJae itu parah banget, parah banget, foto porno, fanfic yaoi, itu page dari Indonesia, adminnya posting pakai bahasa Indonesia. Saya jadi pusing dengan banyaknya YunJae shipper dari Indonesia ini. Apakah ini berarti homo-homoan sudah dianggap biasa di Indonesia? Kalau digabungkan dengan acara TV yang sering menggunakan LGBT sebagai lucu-lucuan, sepertinya iya. Pantas saja kaum LGBT di Indonesia juga ikutan ngelunjak.
YunJae shipper di Indonesia, saya belum tahu mengenai hal ini terlalu banyak, karena saya memang tidak terlalu peduli sama masa lalu TVXQ. Saya Cassiopeia versi dua bintang. Pertanyaan saya hanyalah, masuk di kategori mana para YunJae shipper di Indonesia? Kalau masuk kategori 5, yang hanya ikut-ikutan, itu menyedihkan sekali. Apalagi kalau sampai tahap berfantasi yang aneh-aneh, lebih menyedihkan lagi. Masalah homo itu bukan main-main. Itu sudah jelas dilaknat. Saya bukan orang yang suci dan alim, saya juga k-poper, tapi tetap saja ada hal-hal yang tidak boleh terlanggar, ada batasan yang membedakan kita dari k-poper bukan muslim yang ada di luar sana.
sekedar tambahan opini : http://seoulbeats.com/2011/12/the-dangers-of-shipping/
Tampilkan postingan dengan label somethink. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label somethink. Tampilkan semua postingan
Senin, 15 Oktober 2012
Kamis, 13 September 2012
The Girl Who Can’t Break Up, The Guy Who Can’t Leave
Saya tertegun dengan judul ini. Sebenarnya ingin tersindir, tapi saya kan nggak punya guy (abaikan). Saya melihat video klipnya. Cukup representatif sama liriknya yang saya baca di internet. Lagunya enak didengar, mbak Jung In suaranya cocok sama mas Gil, rapnya mas Gary oke banget. Mungkin ini yang menyebabkan banyak sekali lagu LeeSsang yang featuring Jung In. Liriknya jujur sekali, pakai bahasa yang tidak ribet. Yah, saya baca english translationnya sih, hehehe.
Sebagai manusia, rasa bosan itu memang selalu datang. Dalam hal apa pun. Termasuk dalam cinta. Cintanya sih tidak berubah, tapi oranglah yang terus berubah. Judul lagu ini, sebenarnya yang lengkap adalah The Girl Who Can’t Break Up, The Guy Who Can’t Leave, Because of Love (maksa!). Saat dia orang yang sama, yang kita kenal sejak lama, kita sayangi sejak lama, melakukan banyak hal bersama kita, tapi suatu saat perasaan kita menjadi hampa padanya, seperti tanah yang jenuh akan air hujan dan terciptalah overland flow bila sudah tidak mampu lagi menahannya.
Alasan kenapa A Girl Can't Break Up, A Guy Can't Leave terjadi ada beberapa macam,
1) Bosan, tapi takut kehilangan, karena terbiasa dengan kehadirannya
2) Cinta, tapi bosan, melihat dia yang sehari-hari begitu-begitu saja
3) Tidak enak, karena banyak pihak yang berekspektasi tentang kita dan akan bertanya-tanya
4) Perasaan memiliki yang terlalu besar, akibat interaksi yang lama
Kalau alasannya 1) dan 2), coba untuk berjauhan sementara waktu. Dengan begitu akan terasa apakah benar-benar bosan atau benar-benar cinta, lalu tinggal diatasi dengan langkah yang tepat. Alasan 3) diatasi dengan cara cuek, karena kita hidup untuk diri kita, bukan untuk orang lain. Mendengarkan orang lain tentu saja penting, tapi tetap harus disesuaikan dengan pribadi kita. Alasan 4) urusannya sama hati, coba logikanya dikerahkan, dengan menimbang 3 alasan sebelumnya. Untung ruginya. Sehat tidaknya.
Tulisan tidak jelas di atas sebenarnya tidak hanya bisa untuk masalah cinta dengan lawan jenis, tapi juga untuk yang lain. Misalnya dalam organisasi, dengan teman sekamar, dengan sahabat, orangtua, siapapun. Tapi tidak jamin ya, namanya juga tulisan tidak jelas XD
Sebagai manusia, rasa bosan itu memang selalu datang. Dalam hal apa pun. Termasuk dalam cinta. Cintanya sih tidak berubah, tapi oranglah yang terus berubah. Judul lagu ini, sebenarnya yang lengkap adalah The Girl Who Can’t Break Up, The Guy Who Can’t Leave, Because of Love (maksa!). Saat dia orang yang sama, yang kita kenal sejak lama, kita sayangi sejak lama, melakukan banyak hal bersama kita, tapi suatu saat perasaan kita menjadi hampa padanya, seperti tanah yang jenuh akan air hujan dan terciptalah overland flow bila sudah tidak mampu lagi menahannya.
Alasan kenapa A Girl Can't Break Up, A Guy Can't Leave terjadi ada beberapa macam,
1) Bosan, tapi takut kehilangan, karena terbiasa dengan kehadirannya
2) Cinta, tapi bosan, melihat dia yang sehari-hari begitu-begitu saja
3) Tidak enak, karena banyak pihak yang berekspektasi tentang kita dan akan bertanya-tanya
4) Perasaan memiliki yang terlalu besar, akibat interaksi yang lama
Kalau alasannya 1) dan 2), coba untuk berjauhan sementara waktu. Dengan begitu akan terasa apakah benar-benar bosan atau benar-benar cinta, lalu tinggal diatasi dengan langkah yang tepat. Alasan 3) diatasi dengan cara cuek, karena kita hidup untuk diri kita, bukan untuk orang lain. Mendengarkan orang lain tentu saja penting, tapi tetap harus disesuaikan dengan pribadi kita. Alasan 4) urusannya sama hati, coba logikanya dikerahkan, dengan menimbang 3 alasan sebelumnya. Untung ruginya. Sehat tidaknya.
Tulisan tidak jelas di atas sebenarnya tidak hanya bisa untuk masalah cinta dengan lawan jenis, tapi juga untuk yang lain. Misalnya dalam organisasi, dengan teman sekamar, dengan sahabat, orangtua, siapapun. Tapi tidak jamin ya, namanya juga tulisan tidak jelas XD
Minggu, 01 April 2012
BBM (Boro Boro Mingkem)
Hidup di Indonesia, kita harus siap dengan keanehan-keanehan yang terjadi dari tingkat akar rumput hingga tingkat pencakar langit. Media-media di Indonesia, setelah berlindung dengan payung kebebasan pers, dengan bebas menciprat-cipratkan berita yang kadang entah benar-entah tidak, entah netral-entah tidak, dan entah apa-entah tidak yang lain. Sesuatu yang dulu bahkan sudah biasa dilakukan, dishowoff sedemikian rupa hingga seakan-akan itu hal yang baru. Kebebasan pers. Bebas menulis. Bebas berbicara. Bebas menuduh. Bebas menguntit. Bebas memaksa. Bebas menyelinap. Pokoknya yang bebas-bebas aja deh!
Susahnya, kebebasan ini tidak diimbangi kesiapan masyarakat untuk menyikapi kebebasan yang terjadi di media massa. Zaman pak Harto, mana ada bincang-bincang ngalor ngidul sok pinter sok kritis seperti Apa Kabar Indonesia Malam yang memajang host tengil sok cantik sok pinter sok ngeyel itu, atau headline Media Indonesia yang sambil ngiklanin koran itu? Yang dibredel sih banyak... Tapi era kebebasan pers pun datang, dan sekarang orang-orang 'pinter' dan 'kritis' itu bergentayangan di layar kaca, bilang pak S itu beginu, pak B ini begiti, blablablabla. Dan yang di depan layar kata mengangguk-angguk, menggeleng-geleng, kemudian bingung.
Di Indonesia, pemirsa terbiasa 'ngowoh' sambil menyaksikan tabrakan maut di tugu tani, ferrarri dan operasi Malinda Dee, Aa' Gym menikah dengan teh Ninih lagi, Nazarudin berkoar dan Anas berkoar balik, Jupe putus dengan Gaston, Yusra kembaran sama Yumna, Putri yang ditukar-tukar, Tutur Tinular versi 2011 yang diputar tahun 2012, larva yang suka kentut, kartu seluler antigalau dan kursi anggota DPR yang satunya berharga 1 milyar. Pokoknya, selama televisi menyala, kita pasti akan ternganga dengan berita dan gosip dan sinetron (dan iklan) yang silih berganti menari-nari.
Belum sampai mingkem, berita bahwa harga BBM akan dinaikkan sontak membuat banyak mulut membuka lebih lebar. Demo dimana-mana. Dan kebanyakan mahasiswa. Entah mahasiswa kampus mana, disuruh siapa dan apa tujuan aslinya, tidak ada yang tahu. Mereka banyak yang merusak dan mengotori lokasi demo, fasilitas umum, hak orang lain, almamater dan nama baik mereka sendiri. Ada, saya tidak menafikan ada mahasiswa yang berdemo dengan segala pertimbangan matang dan tujuan bersih demi prinsip yang mereka pegang. Tapi yang seperti itu justru hanyalah oknum, karena sebagian besar mahasiswa yang demo adalah yang merusak dan mengotori segalanya tadi.
Di ruang sidang, perwakilan rakyat malah ikut bertingkah seperti mahasiswa di jalanan tadi. Mereka itu makhluk-makhluk tidak punya malu yang bahkan lebih tidak jelas lagi tujuan aslinya dan suruhan siapa. Lha, kalau memang tidak setuju, kenapa tidak dari dulu saat ide kenaikan BBM ini belum mencuat dan memicu konflik horisontal macam ini?? Semacam pahlawan kesiangan saja anggota dewan yang terhormat itu. Kemudian harga BBM tidak jadi naik. Kita menganga lagi, antara senang dan heran, kan sudah siap-siap anggaran ekstra buat bensin, tapi ternyata tidak jadi naik.
Satu hal yang benar-benar membuat saya ngowoh berkepanjangan adalah saat Indonesia ribut dengan kenaikan BBM, Super Junior malah akan menyelenggarakan konser SuperShow4 di Jakarta. Ketidakseimbangan inilah yang benar-benar membuat saya, Boro-Boro Mingkem, tapi tambah menganga ditambah ckckckckckck panjang. Betapa Indonesia menjadi negeri yang sangat ironis. Harga BBM naik 1500, ributnya tidak karuan, tapi beli tiket konser Katy Perry, Super Junior, Lady Gaga, yang tiket paling murahnya rata-rata 500.000, mereka ikhlas-ikhlas saja. Astaga, hidup di Indonesia itu benar-benar, Boro-Boro Mingkem.
Susahnya, kebebasan ini tidak diimbangi kesiapan masyarakat untuk menyikapi kebebasan yang terjadi di media massa. Zaman pak Harto, mana ada bincang-bincang ngalor ngidul sok pinter sok kritis seperti Apa Kabar Indonesia Malam yang memajang host tengil sok cantik sok pinter sok ngeyel itu, atau headline Media Indonesia yang sambil ngiklanin koran itu? Yang dibredel sih banyak... Tapi era kebebasan pers pun datang, dan sekarang orang-orang 'pinter' dan 'kritis' itu bergentayangan di layar kaca, bilang pak S itu beginu, pak B ini begiti, blablablabla. Dan yang di depan layar kata mengangguk-angguk, menggeleng-geleng, kemudian bingung.
Di Indonesia, pemirsa terbiasa 'ngowoh' sambil menyaksikan tabrakan maut di tugu tani, ferrarri dan operasi Malinda Dee, Aa' Gym menikah dengan teh Ninih lagi, Nazarudin berkoar dan Anas berkoar balik, Jupe putus dengan Gaston, Yusra kembaran sama Yumna, Putri yang ditukar-tukar, Tutur Tinular versi 2011 yang diputar tahun 2012, larva yang suka kentut, kartu seluler antigalau dan kursi anggota DPR yang satunya berharga 1 milyar. Pokoknya, selama televisi menyala, kita pasti akan ternganga dengan berita dan gosip dan sinetron (dan iklan) yang silih berganti menari-nari.
Belum sampai mingkem, berita bahwa harga BBM akan dinaikkan sontak membuat banyak mulut membuka lebih lebar. Demo dimana-mana. Dan kebanyakan mahasiswa. Entah mahasiswa kampus mana, disuruh siapa dan apa tujuan aslinya, tidak ada yang tahu. Mereka banyak yang merusak dan mengotori lokasi demo, fasilitas umum, hak orang lain, almamater dan nama baik mereka sendiri. Ada, saya tidak menafikan ada mahasiswa yang berdemo dengan segala pertimbangan matang dan tujuan bersih demi prinsip yang mereka pegang. Tapi yang seperti itu justru hanyalah oknum, karena sebagian besar mahasiswa yang demo adalah yang merusak dan mengotori segalanya tadi.
Di ruang sidang, perwakilan rakyat malah ikut bertingkah seperti mahasiswa di jalanan tadi. Mereka itu makhluk-makhluk tidak punya malu yang bahkan lebih tidak jelas lagi tujuan aslinya dan suruhan siapa. Lha, kalau memang tidak setuju, kenapa tidak dari dulu saat ide kenaikan BBM ini belum mencuat dan memicu konflik horisontal macam ini?? Semacam pahlawan kesiangan saja anggota dewan yang terhormat itu. Kemudian harga BBM tidak jadi naik. Kita menganga lagi, antara senang dan heran, kan sudah siap-siap anggaran ekstra buat bensin, tapi ternyata tidak jadi naik.
Satu hal yang benar-benar membuat saya ngowoh berkepanjangan adalah saat Indonesia ribut dengan kenaikan BBM, Super Junior malah akan menyelenggarakan konser SuperShow4 di Jakarta. Ketidakseimbangan inilah yang benar-benar membuat saya, Boro-Boro Mingkem, tapi tambah menganga ditambah ckckckckckck panjang. Betapa Indonesia menjadi negeri yang sangat ironis. Harga BBM naik 1500, ributnya tidak karuan, tapi beli tiket konser Katy Perry, Super Junior, Lady Gaga, yang tiket paling murahnya rata-rata 500.000, mereka ikhlas-ikhlas saja. Astaga, hidup di Indonesia itu benar-benar, Boro-Boro Mingkem.
Jumat, 30 Maret 2012
Pengukuran Kadar Kebahagiaan
![]() |
| from : http://www.friendship-quotes.info/happiness-quotes/five-rules-for-happiness/ |
"Happiness is a mental state of well-being characterized by positive or pleasant emotions ranging from contentment to intense joy"
"Happiness is a fuzzy concept and can mean many things to many people"
Kadar kebahagiaan dalam metode umum diukur dari kekayaan, ketampanan, kecantikan, kepintaran, kekuasaan, kepopuleran dan ke-an ke-an yang lain. Padahal, bila dilihat secara lebih dekat, kadar kebahagiaan semacam itu adalah ukuran yang dipakai oleh seseorang untuk orang lain. Orang lain yang mengukur kebahagiaan orang lain dengan parameter itu.
Oh, dia cantik, pasti bahagia ya banyak yang suka
Wah dia kaya, pasti senang ya ganti mobil tiap hari
Aduh pinter banget sih, rangking satu mulu. Kalau aku jadi dia pasti bahagia banget
Dia populer sih, aktif di kampus, sibuk dimana-mana, kelihatan happy banget hidupnya
Tapi tahukah anda? Si cantik itu, bila dia tiba di satu titik dimana jerawatnya tiba-tiba merangsek di hidungnya yang mancung, mungkin dia akan berusaha keras menghilangkannya dengan segala cara. Si kaya itu, terbiasa dengan kehidupan nyaman berlebih yang mungkin membuatnya tidak pernah merasakan kehangatan gorengan di pinggir jalan. Si pintar itu, mungkin masih belajar mati-matian supaya tidak ada yang merebut peringkat satu darinya. Si populer itu, mungkin melupakan rumah dan keluarganya karena jam terbangnya yang begitu tinggi.
Tidak ada yang salah menjadi cantik, kaya, pintar dan populer. Toh semua itu sudah ada yang mengatur. Yang salah adalah memandang kebahagiaan hanya dari empat parameter itu. Padahal, pengukuran kadar kebahagiaan dapat dilakukan dengan metode tidak terbatas, yang kadang memberikan kemungkinan-kemungkinan bahagia dengan jalan yang tidak terduga. Pengukuran kadar kebahagiaan yang utama dan paling baik adalah dilakukan oleh diri sendiri. Karena hati kita milik kita, dan otak kita ada di dalam kepala kita masing-masing. Kitalah yang bisa dengan tepat mengukur kadar kebahagiaan kita dan parameter apa yang kita butuhkan untuk mencapai kadar maksimal.
Kita hanya perlu berbuat baik. Ada orang lain ataupun tidak ada orang lain, yang penting kita berbuat baik. Karena kebaikan sikap itu juga menunjukkan kadar kebahagiaan kita. Orang yang membahagiakan orang lain, umumnya merupakan orang yang bahagia. Kenapa? Karena air tidak akan meluap bila wadahnya belum penuh.
Berbahagialah. Dengan syukurmu.
Minggu, 01 Januari 2012
Pelecehan Itu Menjijikkan
Sekuhara atau sexual harrassment atau pelecehan seksual adalah tindakan melecehkan secara seksual pada pria atau wanita yang dilakukan oleh orang-orang yang kehilangan sekrup otak dan hati (definisi menurut saya). Melecehkan, berarti melakukan perbuatan yang melukai harga diri orang lain, secara sengaja ataupun tidak. Melukai, bisa saja dianggap sebagai perbuatan kriminal. Tinggal luka yang ditimbulkan itu sebesar apa. Tapi kalau "melukai harga diri seseorang secara seksual" tentu saja kriminal.
Indonesia sendiri, sepanjang tahun 1998 hingga 2011 ini, Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan mencatat terdapat 400.939 kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan. Dari jumlah itu, 93.960 kasus di antaranya merupakan kekerasan seksual. Komnas Perempuan mencatat, dari 93.960 kasus kekerasan seksual terhadap perempuan, hanya 8.784 kasus yang datanya terpilah. Sisanya adalah gabungan dari kasus perkosaan, pelecehan seksual, dan eksploitasi seksual. dari 8.784 kasus kekerasan seksual yang datanya telah terpilah, perkosaan menempati urutan pertama (4.845), berikutnya perdagangan perempuan untuk tujuan seksual (1.359), pelecehan seksual (1.049), dan penyiksaan seksual (672).
Sesuai undang-undang, pelecehan terjadi apabila seorang wanita menganggap tindakan, baik perlakuan serta ucapan maupun isyarat tubuh si pelaku dianggap telah melanggar kesopanan dan yang terpenting sebagai seorang wanita tidak mengendaki perlakuan si pelaku tersebut, maka apabila pelecehan terjadi, perbuatan tersebut dapat diancam dengan ancaman hukuman seperti yang terdapat dalam Pasal-pasal berikut ini:
1. Pencabulan, diancam dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Pasal 289, 296;
2. Penghubungan Pencabulan KUHP pasal 295, 298, 506;
3. Kejahatan terhadap Kesopanan KUHP Pasal 281 - 299, 532, 533, dan lain-lain.
Dasar hukum itu seharusnya cukup untuk menjerat pelaku-pelaku pelecehan seksual. Namun karena pelecehan seksual itu biasanya dianggap aib, maka jarang kasus pelecehan seksual ini yang terungkap. Para korban seringkali memendam deritanya sendiri. Apalagi untuk pelecehan seksual yang sifatnya 'ringan' seperti dilihat, diraba dan diterawang, serta pelecehan-pelecehan verbal. Sedihnya, pelecehan ini tidak hanya menelan korban dari kalangan remaja tapi juga anak-anak. Dan kasus ini cukup banyak. Pada anak-anak, pelecehan seksual biasanya dilakukan oleh orang-orang yang memiliki hubungan cukup dekat misalnya paman, om, tetangga, sepupu, bahkan ada pula kasus yang menempatkan kakak atau ayah korban sebagai pelaku (hsss, na'udzubillahi min dzalik!).
Mungkin ada yang berpikir 'ah diraba doang', 'dilihatin anu aja sih', 'disuitin aja, paling sebenernya seneng'. Kalau korbannya remaja zaman sekarang, saat keran informasi entah benar atau salah dibuka lebar-lebar, saat pergaulan sudah tidak jelas batasnya, kadang pemikiran itu benar. (Ngggg, sebenarnya saya sedikit heran dengan mereka yang tidak mau dilecehkan oleh orang lain tapi mau-mau saja melakukan yang lebih dari itu dengan pacarnya yang bagaimanapun tetap saja orang lain bila dilihat dari statusnya yang bukan suami.)
Namun coba dibayangkan kalau korbannya adalah bocah-bocah umur SD, yang karakter dasarnya belum terbentuk, yang hatinya masih bersih, yang pikirannya cuma bermain dan belajar (BOBO dong!). Satu saja peristiwa pelecehan seksual yang dialami, akan menjadi bekas seumur hidup bagi mereka. Peristiwa itu akan mempengaruhi perkembangan karakter si anak pada masa depan. Tentu saja bentuk pengaruh ini akan berbeda untuk setiap anak, karena setiap pribadi memiliki kekhasan sendiri meski lingkungan jelas mempengaruhi.
Perasaan yang muncul setelah mengalami pelecehan seksual adalah perasaan terhina yang sangat, merasa kotor, tidak berharga dan yang parah adalah "ingin mati saja".
Beberapa dampak yang mungkin muncul bagi seorang korban pelecehan seksual :
- Trauma/takut : sesuatu yang wajar bila korban merasa sangat terluka psikisnya dengan pelecehan yang telah dialaminya. Perilaku yang muncul adalah trauma atau takut terhadap laki-laki, sehingga korban cenderung menutup diri. Bahkan perasaan "ingin mati saja" juga dapat muncul dari trauma yang mendalam terhadap pelecehan yang terjadi. Awas juga, adanya trauma yang dalam terhadap laki-laki dapat menjadikan seseorang menjadi lesbian.
- Waspada : setingkat di bawah trauma, korban sudah dapat mengatasi ketakutannya akan laki-laki. Akan tetapi dia akan sangat membatasi pergaulannya dengan laki-laki. Dia merasa lebih aman bila berada dengan teman-teman perempuannya daripada bersama laki-laki. Hal ini baik, karena seperti kata pepatah, pengalaman adalah guru terbaik. Pengalaman buruk menjadikannya waspada sehingga tidak akan terulang.
- Biasa saja : korban memiliki pikiran positif untuk maju ke depan. Masa lalu adalah masa lalu, sehingga masa kini dijalani sesuai dengan kondisi masa kini. Korban sama sekali tidak memiliki masalah untuk bergaul dengan laki-laki.
- Kecanduan : korban merasakan kenikmatan ketika mengalami pelecehan seksual. Hal ini bisa saja terjadi, karena bentuk pelecehan itu beraneka ragam. Karena itu korban justru suka melakukan kegiatan-kegiatan seksual setelah mengalami pelecehan seksual. Hal ini juga tidak sehat, karena dapat memicu seks pra nikah dan perilaku-perilaku menyimpang lain.
Pelecehan seksual dapat kita hindari dan kita hindarkan (dari adik, saudara, teman perempuan kita) dengan beberapa cara, misalnya :
- Tidak memakai pakaian yang mengundang hasrat untuk melecehkan kita atau orang lain, misalnya kita lewat pakai mini skirt tapi lalu yang dilecehkan adalah orang yang lewat setelah kita gara-gara pelakunya jadi berhasrat setelah melihat kita *_*
- Menghindari tempat sepi saat sendirian, meski kita sering lewat situ dan aman-aman saja tapi who knows? Waspada lebih baik
- Memperhatikan keadaan dan orang-orang di sekitar kita, bukannya dipelototin satu-satu lho, tapi mengamati secara sekilas saja untuk mengenali kondisi sekitar
- Mengawasi orang yang bersama kita (misalnya adik, teman), maksudnya kita tidak masa bodoh dengan apa yang dilakukannya, kan tidak lucu kalau mereka mengalami pelecehan saat bersama kita tapi kita tidak tahu
- Menanamkan dalam pikiran bahwa wanita itu berharga bila terjaga, sehingga diri kita hanya boleh disentuh oleh yang berhak menyentuh, sehingga masing-masing pribadi akan menjaga dirinya dengan sendirinya
Wahai para pemuda! jika kamu telah sanggup untuk menikah, maka menikahlah. Karena itu akan menjaga kehormatanmu. Kalau belum mampu, maka tundukkanlah pandanganmu dan berpuasalah. Karena itu adalah benteng bagi kamu .
(HR Al Hakim)
beberapa yang saya baca saat membuat tulisan ini:
http://nasional.kompas.com/read/2011/11/24/21344444/Perkosaan..Kekerasan.Seksual.Terbanyak.di.Indonesia
http://www.kadnet.org/web/index.php?option=com_content&view=article&id=733:pelaku-pelecehan-seksual-dapat-dihukum&catid=91:advent-dan-hukum&Itemid=94
Langganan:
Postingan (Atom)
